Adzan yang Terhenti

January 2nd, 2011 § Leave a Comment

Di negeri kita yang mayoritas muslim, apalagi di tempat asal saya yang banyak terdapat langgar (surau) dan masjid dimana-mana, setiap masuk waktu shalat lima waktu suara adzan adalah suara yang lazim kita dengarkan. Mulai dari adzan subuh, dzuhur, ashar, maghrib, hingga isya saling bersahut-sahutan dari satu surau, masjid ke surau dan masjid yang lain. Suara sang muadzin pun beragam, mulai dari suara yang merdu seperti layaknya suara Qori’ internasional, hingga suarau parau seorang kakek-kakek, bahkan tak jarang pula kita dengar suara lugu bocah santri TPQ surau/masjid setempat. Suatu ketika, beberapa tahun yang lalu (saya lupa persisnya), saat itu saya terbangun oleh suara adzan subuh yang berasal dari masjid di kampung belakang rumah almarhum orang tua saya (Semoga Allah mengampuni dosa-dosa beliau). Di pagi buta, saat sebagian besar kendaraan masih terlelap di tempat parkirnya masing-masing, saat kebanyakan televisi dan radio belum di hidupkan, saat sebagian orang masih berlindung di balik selimutnya, suara adzan akan terdengar lebih nyaring di banding saat waktu sholat yang lain. Satu hal yang menjadi tanda tanya saya pada saat itu adalah ketika suara adzan tersebut tiba-tiba berhenti di tengah kumandangnya, saya sendiri yang masih setengah sadar hanya menyimpan pertanyaan dalam hati sambil ngeloyor ke kamar mandi untuk menunaikan panggilan tersebut. Pertanyaan dalam hati tersebut baru terjawab pagi harinya, saat para tetangga dan warga sekitar yang sebagian memiliki rutinitas membeli minyak tanah di rumah saya membicarakan tentang muadzin masjid belakang yang meninggal saat beradzan. Sontak saya teringat apa yang pernah disampaikan orang tua saya, bahwa seseorang bisa meninggal sesuai dengan apa yang diinginkannya. Artinya, jika seseorang ingin meninggal di dalam masjid, maka jadilah ahli masjid, seperti jamak yang kita lihat pula, bahwa seorang ahlul khamr seringkali meninggal dalam keadaan mabuk. Demikian pula, seseorang yang ingin meninggal dengan tidak menyusahkan orang lain, maka biasakanlah untuk memudahkan orang lain. Jika ingin meninggal dalam keadaan berdzikir, mengingat Allah, maka Ingatlah Allah dimana saja kita berada. Subhanallah, pelajaran yang berharga bagi kita semua. Semoga kitapun di beri akhir yang seindah mungkin…

original post : http://petuahmoenir.blogspot.com/2010/12/adzan-yang-terhenti.html

Ibadah Vertikal dan Horisontal

December 14th, 2010 § Leave a Comment

Ibadah vertikal dan horisontal

Malang, 17 November 2010

Sebelum kita bahas judul ini, “Ibadah vertikal dan horisontal” mari kita kontemplasi sejenak. Sebenarnya apa sich tujuan kita sebagai manusia(insan) hidup??untuk siapa sich hidup kita ini??merujuk pada kitab suci kita umat islam, diciptakannya manusia dan jin pada hakikatnya hanya untuk beribadah kepadaNya(Allah SWT). Kemudian, apa itu ibadah??untuk menjawab pertanyaan ini sebenarnya masing-masing dari kita bisa menjawabnya. Namun, saya akan menjawab dalam tulisan kali ini. Ibadah merupakan bentuk usaha kita agar lebih bisa mendekatkan diri dan mencari ridho Allah SWT. Jadi hidup kita ini hanyalah untuk Allah SWT dan manusia disekitar kita, tidak ada yang lain. Itulah mengapa judul artikel saya kali ini berjudul “Ibadah vertikal dan horisontal”.

Ibadah shalat, puasa, zakat dan haji merupakan bebarapa contoh ibadah vertikal kita sebagai manusia. Ibadah yang wajib dilakukan manusia. Dan semua itu tidak perlu kreatifitas dalam menjalankannya, karena menyangkut masalah prinsipil. Kita harus berpedoman pada al-Quran dan al-Hadist agar sesuai dengan tuntunan syariah. Tidak boleh kita meng-create bentuk ibadah tersebut tanpa adanya landasan yang kuat dari sumber-sumber yang telah disediakan Allah SWT. Karena menciptakan sendiri “agama” atau “ibadat” adalah sebuah bid’ah atau kreatifitas yang terkutuk.

Ibadah horisontal merupakan upaya kita mendekatkan diri dan mendapatkan ridhoNya(Allah SWT) melalui perantara manusia, dengan cara berhubungan(bersosial) sesama manusia. Sebagai contohnya, kita dalam bernegara, belajar ilmu umum maupun agama, menghibur seseorang, mempererat tali silaturrahim dan lain-lain. Itu semua merupakan bentuk ibadah horisontal, jika kita meniatkannya sebagai ibadah. Dalam pelaksanaannya kita boleh meng-create cara kita sendiri sesuai dengan zaman dan lingkungan kita saat ini. Asalkan tidak menyimpang dari nilai dasar agama yang prinsipil. Sebagai contoh, kita boleh mendakwahkan ajaran agama dengan didampingi oleh selingan musik, dll agar apa yang disampaikan bisa benar-benar masuk pada objek yang disampaikan. Itulah mengapa kemudian saya mengatakan musik itu boleh. Karena pada dasarnya semua itu baik asalkan tepat pada tempatnya.

Khalifah Umar bin khaththab dan Utsman bin affan meninggalkan beberapa warisan keagamaan dan sebagian berlangsung sampai sekarang. Tapi peninggalannya itu tidak termasuk hal prinsipil. Satu-dua menyangkut ritual, seperti shalat tarawih berjemaah dan adzan dua kali pada shalat jumad, kemudian beberapa menyangkut masalah hukum. Tapi itu semua tidak menyangkut dalam hal akidah dan tidak prinsipil.

Semoga bermanfaat.amiin.

By Ahmad Khairul Umam

Manusia Indonesia itu tangguh

December 6th, 2010 § Leave a Comment

Mungkin banyak dari kita seringkali lebih melihat keluar untuk mendapatkan patokan tentang apa itu baik, benar, cantik, indah dan lain sebagainya. Padahal kalau melihat kedalam justru kita akan menemukan rahasia yang amat sangat sungguh-sungguh mengagetkan….bahwa kita sebagai manusia Indonesia adalah manusia yang tangguh-tangguh. Saya tidak hendak berpuisi ria, tapi ini adalah nyata.

Tangguh….lihat bagaimana rakyat Indonesia bergotong royong membangun bangsa, menyumbangkan keringat, bekerja untuk negara. Dari semua usaha non-pamrih ini, kita dapat melihat bagaimana para “wakil rakyat” dapat hidup nikmat sebagai manusia unggulan yang diberikan kepercayaan oleh rakyat untuk mengoordinir bangsa agar semua dapat hidup tenang.

Para wakil rakyat dibiayai oleh rakyat agar dapat tidur di kasur yang empuk, dan rakyat dengan sadar diri rela untuk kebingungan tidur dimana pada malam hari. Ya wajarlah, kan para wakil rakyat ini sudah lelah seharian memperjuangkan nafas rakyat.

Para wakil rakyat dibiayai oleh rakyat agar dapat mengendarai mobil berharga miliaran rupiah, dan rakyat mau mengalah naik sepeda motor cicilan. Ya wajarlah, kan para wakil rakyat sangat sibuk jadwalnya, jadi butuh mobil yang nyaman sehingga bisa nyuri tidur ketika sedang menjalankan tugas mulianya. Kalo rakyat lagi capek untuk naik motor, ya tinggal berhentiin angkot, dan bisa nyuri tidur di angkot itu. Rakyat tidak apa-apa ngalah.

Para wakil rakyat dibiayai oleh rakyat agar dapat melakukan studi banding tentang etika ke Eropa, dan rakyat tidak usah jauh-jauh, bisa datengin pengajian tentang moral kehidupan di masjid deket rumah. Rakyat rela kok untuk lebih irit dalam hidup, yang penting para wakil rakyat ini bisa nyaman ngurus bangsa yang sangat besar ini. Ya wajarlah butuh uang banyak untuk menghidupi mereka, karena susah sekali ngurus rakyat yang banyak ini. Makanya rakyat sadar diri.

Apalagi contoh ketangguhan rakyat? Tapi intinya, rakyat Indonesia tangguh karena sudah bergotong royong membantu para wakil rakyat yang sedang berjuang keras mengordinir bangsa agar dapat hidup sejahtera dan adil seperti janji-janji mereka. Tangguh karena rakyat pun mau untuk bersakit-sakit dahulu dan bersenang-sengang kemudian, demi kesejahteraan bersama.

Itulah rakyat Indonesia. Konon, mengutip dari tulisan Cak Nun, kata rakyat itu berasal dari kata ro’iyah yang berarti kepemimpinan. Jadi rakyat itu pemimpin tingkat tinggi yang dipatuhi oleh abdinya, yaitu wakil rakyat. Nah, mungkin logikanya, karena pemimpin ini lebih banyak daripada abdinya, maka jelas biaya untuk menghidupi abdi ini lebih besar daripada rakyatnya.

Jadi, jangan kaget bila suatu saat nanti rakyat Indonesia akan menjadi pemimpin dunia. Dia sudah dilatih keras untuk bergotong royong demi orang lain, dan rela untuk menahan diri. Bukankah itu ciri pemimpin sejati? Dan ada yang bilang, justru ketika kita tidak disadari keberadaannya, pada saat itulah kita menang.

Iklan itu mengajarkan rasa percaya diri lo…

December 5th, 2010 § Leave a Comment

Ternyata kalau dipahami secara bersungguh-sungguh, sesungguhnya banyak hal positif yang dapat dipetika dari televisi. Yang paling gampang dalam kesungguh-sungguhan ini adalah iklan kecantikan..atau iklan apa saja yang ada orang cantik/gantengnya. Jadi terserah apa yang diiklankan, yang penting substansi cantik/gantengnya sama.

Nah, kembali lagi. Jadi apa itu sisi positif dari iklan-iklan tadi? Kenapa sering sekali kita melihat iklan dengan cewek cantik, dengan badan ideal, tubuh aduhai yang sudah pasti akan membuat para lelaki sangat berterimakasih kepada Tuhan atas keHebatanNya membuat makhluk yang indah itu? Kenapa cowoknya juga macho macho? Kulit bersih dan wajah tampan?

Jika sungguh-sungguh diamati, maka alasan dibalik itu semua adalah mengajarkan kepada kita bagaimana cara yang bener untuk menjadi diri yang penuh dengan kepercayaan diri.

Ada sebuah iklan sandal yang mereknya sudah tidak asing bagi masyarakat umum di Indonesia. Hebatnya, pada iklan itu, jumlah waktu tayang dimana sandal diperlihatkan lebih sedikit daripada jumlah tayang model yang mengenakannya. Apa artinya, sandal itu tidak penting, yang penting adalah si penggunanya. Tuh kan..apalagi kalo itu bukan usaha untuk meyakinkan kita semua untuk lebih percaya diri pada diri kita sendiri, bukan pada sandalnya. Ini juga terjadi pada iklan minuman yang diiklankan sehat untuk tubuh. Dan banyak lagi lainnya.

Jadi, bagaimana caranya untuk percaya diri? Dengarkanlah kata iklan. Jangan sampai ada lemak diperutmu, itu g’ alami lo. Jangan lupa juga kulitmu, pastikan warnanya putih mulus dan merata. Lah emang kenapa kalo tidak demikian? Bakal g’ ada cowok yang mau menghampiri dirimu. Nah…bakal tidak percaya diri kan kamu, jadi ikutilah model percaya diri yang lebih benar seperti yang ditampilkan oleh iklan-iklan itu.

Begitu pula untuk cowok. Katanya cewek itu mudah g’ betah. Jadi, agar kamu percaya diri untuk mengikat cewek, gunakan pernak pernik yang membuat dirimu harum dengan aroma yang tidak bosenin.

Karena apa artinya hidup jika tidak diisi oleh ikat mengikat lawan jenis? Bukankah kita ini diminta untuk saling kenal mengenal? Hehehe..

Jadi..percaya diri adalah hal yang sangat esensional bagi manusia. Dan iklan itu lebih tahu tentang apa itu percaya diri yang sudah disepakati oleh manusia yang memiliki keinginan untuk ikat mengikat. Kalau tidak mendengarkan kata iklan, siapa yang bakal memperdulikan kamu? Hmm…pintar kan?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.